MASTEL Dorong Pemanfaatan Spektrum Upper 6 GHz untuk Percepat Pengembangan 5G-Advanced dan 6G di Indonesia

OverclockingID – Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) menggelar Seminar dan Workshop Nasional bertajuk “Nilai Strategis Nasional TIK dari Alokasi Spektrum Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband 5G-Advanced dan 6G di Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyamakan visi terkait kesiapan ekosistem digital Indonesia dalam memanfaatkan spektrum Upper 6 GHz sebagai fondasi pengembangan jaringan 5G-Advanced dan 6G.

Seminar ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, akademisi, asosiasi industri, hingga pelaku ekosistem digital. Melalui kolaborasi tersebut, MASTEL ingin mendorong pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz sebagai salah satu faktor utama dalam mempercepat transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di kawasan Asia.

Upper 6 GHz Dinilai Penting untuk Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

MASTEL menilai kebutuhan terhadap spektrum frekuensi mid-band yang memadai semakin mendesak seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital berkecepatan tinggi. Karena itu, pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz dipandang sebagai langkah strategis untuk mendukung implementasi teknologi 5G-Advanced hingga pengembangan jaringan 6G di masa depan.

Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemanfaatan Upper 6 GHz merupakan bagian dari upaya membangun kesiapan ekosistem digital nasional secara menyeluruh.

“Pemanfaatan Upper 6 GHz merupakan agenda strategis yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang berbasis data, menyelaraskan perspektif, serta merumuskan rekomendasi yang mampu mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan agar Indonesia tidak mengulang keterlambatan adopsi 5G akibat ketersediaan frekuensi dan ekosistem yang belum memadai,” ujar Sarwoto.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan spektrum Upper 6 GHz akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan berbagai layanan digital generasi berikutnya. Selain meningkatkan kualitas konektivitas, langkah tersebut juga diyakini mampu memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global.

Alokasi Upper 6 GHz Masih Dibahas Pemerintah

Saat ini, pemanfaatan pita frekuensi Upper 6 GHz (6425–7125 MHz) masih berada pada tahap pembahasan kebijakan di Indonesia. Keputusan mengenai alokasi spektrum tersebut dipandang akan memberikan dampak jangka panjang terhadap berbagai sektor, mulai dari investasi infrastruktur digital, pembangunan jaringan telekomunikasi, inovasi industri, hingga peningkatan daya saing nasional dalam mewujudkan Visi Digital Indonesia 2045.

Seminar nasional ini turut menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh yang berperan dalam penyusunan kebijakan digital nasional, di antaranya Marsda TNI Dr. Eko Dono Indarto selaku Deputi V Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Adis Alifiawan selaku Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Andreas Bondan Satriadi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Bahas Manfaat Upper 6 GHz untuk 5G-Advanced dan 6G

Dalam seminar tersebut, MASTEL juga menggelar dua sesi panel strategis yang membahas berbagai aspek pemanfaatan Upper 6 GHz.

Panel pertama mengangkat tema Nilai Utama Spektrum Upper 6 GHz untuk Manfaat Masyarakat dan Ekonomi Digital. Diskusi menghadirkan Yishen Chan, Director of Spectrum Policy & Regulatory Affairs APAC GSMA, bersama perwakilan Direktorat Penataan Spektrum Komdigi, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Institut Teknologi Bandung (ITB), Telkom University, dan Huawei Technologies.

Sementara itu, panel kedua membahas Peta Jalan Kebijakan Strategi Upper 6 GHz Indonesia. Sesi ini menghadirkan Marwan O. Baasir selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), bersama perwakilan Kemenko Polkam, Qualcomm International, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison), Universitas Padjadjaran, serta Universitas Indonesia.

Melalui kedua panel tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan, peluang, hingga strategi kebijakan yang diperlukan agar Indonesia mampu mengoptimalkan pemanfaatan spektrum Upper 6 GHz untuk mendukung layanan broadband generasi terbaru.

MASTEL Siapkan Deklarasi Bersama dan Rekomendasi Kebijakan

Sebagai tindak lanjut dari seminar nasional ini, MASTEL menargetkan lahirnya sejumlah dokumen strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam penyusunan kebijakan spektrum nasional.

Output yang dihasilkan meliputi Deklarasi Bersama Industri sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan Upper 6 GHz untuk Mobile Broadband, Executive Summary, serta Dokumen Rekomendasi Kebijakan MASTEL. Selain itu, forum ini juga merekomendasikan pembentukan Working Group yang secara khusus berfokus pada pengembangan spektrum untuk teknologi 5G-Advanced dan 6G.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, MASTEL berharap tercipta kesamaan pandangan dalam merumuskan kebijakan spektrum nasional yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu mempercepat transformasi digital Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi generasi berikutnya, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.