Garmin dan PBESI Perkuat Persiapan Timnas Esports Indonesia Hadapi Asian Games 2026

OverclockingID – Garmin memperkuat dukungannya terhadap perkembangan esports Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI). Melalui divisi Garmin Health, kolaborasi ini menghadirkan teknologi sports science ke dalam program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Esports Indonesia.

Dalam kerja sama tersebut, Garmin menyediakan 50 unit smartwatch Garmin vívoactive 6 serta akses penuh ke Garmin Clipboard, sebuah dasbor analitik kelas enterprise yang dirancang untuk membantu tim pelatih memantau kondisi para atlet secara terpusat.

Teknologi Garmin untuk Mendukung Performa Atlet Esports

Kemitraan Garmin dan PBESI tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat wearable, tetapi juga menghadirkan pendekatan latihan berbasis data. Garmin Health memanfaatkan ekosistem teknologi yang memungkinkan data fisiologis atlet dikumpulkan dan dianalisis untuk menjadi salah satu acuan dalam menyusun program latihan.

David Hartono, Business Development Manager Garmin Health Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi enterprise yang aman, terpusat, dan terukur bagi organisasi olahraga profesional di Indonesia.

Melalui Garmin Clipboard, data dari perangkat para atlet dapat dikumpulkan dalam satu platform sehingga tim pelatih memiliki gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi atlet. Pendekatan ini diharapkan membantu PBESI mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data selama masa pemusatan latihan.

Pantau Kondisi Fisik dan Mental Atlet Esports

Garmin melihat bahwa atlet esports profesional tidak hanya membutuhkan kemampuan mekanik dan strategi permainan. Beban kognitif, tekanan kompetisi, durasi latihan yang panjang, serta stres mental juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi performa saat bertanding.

Untuk membantu memantau kondisi tersebut, Garmin vívoactive 6 dibekali optical sensor Garmin Elevate™ dan teknologi Firstbeat Analytics. Keduanya memungkinkan perangkat memantau sejumlah metrik kesehatan, termasuk denyut jantung dan Heart Rate Variability (HRV).

Data tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari pendekatan latihan yang lebih terukur. Dengan demikian, aktivitas latihan yang sebelumnya hanya mengandalkan durasi atau intensitas dapat dilengkapi dengan informasi mengenai kondisi tubuh dan tingkat pemulihan atlet.

Body Battery hingga Sleep Score Jadi Acuan Pemulihan

Salah satu fitur yang menjadi perhatian dalam program ini adalah Body Battery. Fitur tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tingkat energi tubuh, sehingga dapat dianalogikan seperti indikator bar energi dalam sebuah game.

Selain Body Battery, atlet juga dapat memanfaatkan Sleep Score dan Stress Tracking untuk memahami pola tidur, tingkat stres, serta kondisi pemulihan sehari-hari. Informasi tersebut penting untuk membantu mengurangi risiko kelelahan berlebihan atau burnout akibat jadwal latihan yang padat.

Rian Krisna, Marcom Manager Garmin Indonesia, menjelaskan bahwa performa atlet esports tidak hanya ditentukan ketika mereka berada di depan layar. Kondisi tubuh di luar pertandingan juga berperan penting dalam menjaga konsistensi performa.

Garmin vívoactive 6 dirancang dengan bodi yang ringan dan tipis sehingga dapat digunakan sepanjang hari, termasuk ketika tidur. Perangkat ini juga menawarkan daya tahan baterai hingga 11 hari, sehingga pemantauan kondisi tubuh dapat dilakukan secara lebih konsisten.

Garmin Clipboard Permudah Pelatih Memantau Tim

Garmin Clipboard menjadi salah satu bagian penting dalam kolaborasi Garmin dan PBESI. Selama Training Camp, tim pelatih dapat mengakses data para atlet secara nirkabel melalui satu dasbor terpusat.

Sistem ini membuat pelatih tidak perlu memeriksa smartwatch setiap atlet secara manual. Data yang tersedia dapat membantu memberikan gambaran mengenai tingkat kelelahan dan kesiapan atlet sebelum menjalani scrimmage maupun sesi latihan fisik.

Informasi tersebut juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan porsi latihan, termasuk strength training yang bertujuan mendukung kesiapan fisik dan fisiologis atlet esports.

Target Medali Emas Asian Games 2026

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, persaingan esports di tingkat internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan bermain dan mekanik in-game.

Pada kompetisi besar seperti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, kondisi fisik dan mental dapat menjadi faktor penting karena pertandingan berlangsung dalam situasi dengan tekanan tinggi dan margin kesalahan yang sangat kecil.

Dengan dukungan data yang lebih presisi, PBESI berharap dapat menyusun program latihan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet. Target akhirnya adalah membantu Timnas Esports Indonesia tampil maksimal dan mengejar prestasi terbaik, termasuk peluang meraih medali emas di Asian Games 2026.

Dorong Standar Baru Esports Indonesia

Melalui kemitraan dengan PBESI, Garmin menunjukkan bahwa teknologi wearable dan sports science dapat memiliki peran yang semakin besar dalam ekosistem esports profesional. Data kesehatan dan kebugaran tidak hanya digunakan untuk memantau aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet.

Kolaborasi ini sekaligus membawa pesan bahwa keberhasilan seorang atlet esports tidak hanya bergantung pada kemampuan bermain. Disiplin dalam menjaga kebugaran, mengelola stres, mendapatkan tidur yang cukup, serta memahami kondisi tubuh menjadi bagian penting untuk menjaga performa secara berkelanjutan.

Dengan menggabungkan teknologi wearable Garmin dan analitik terpusat Garmin Clipboard, kerja sama Garmin dan PBESI diharapkan dapat mendukung proses pembinaan Timnas Esports Indonesia agar semakin terukur dan siap bersaing di level internasional.