ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Platform AI untuk Penetration Testing Otomatis yang Mampu Percepat Pengujian Keamanan Siber

OverclockingIDPT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) resmi memperkenalkan Bronyx AI, sebuah platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia. Solusi ini dirancang untuk membantu organisasi melakukan pengujian keamanan siber secara lebih cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam, tanpa menghilangkan peran tenaga ahli keamanan siber dalam proses validasi.

Selain memperkenalkan Bronyx AI kepada publik, acara tersebut juga menghadirkan diskusi mengenai perkembangan teknologi AI, tantangan keamanan siber, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia.

ITSEC Asia turut mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam menjalankan proses pengujian keamanan secara otomatis menggunakan agen AI yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas penetration testing.

Pengembangan Bronyx AI menjadi langkah strategis ITSEC Asia dalam memperluas bisnisnya dari penyedia layanan keamanan siber menjadi pengembang teknologi berbasis AI.

Platform ini dibangun berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun menangani berbagai kebutuhan keamanan siber di beragam industri. Dengan dukungan lebih dari 400 personel keamanan siber serta operasional di sejumlah pasar internasional, perusahaan mengembangkan Bronyx AI berdasarkan tantangan nyata yang selama ini ditemui dalam proses penetration testing.

Mampu Mengotomatisasi Berbagai Tahapan Penetration Testing

Bronyx AI memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai proses pengujian keamanan terhadap sistem yang telah memperoleh otorisasi. Cakupan pengujiannya meliputi:

  • Network reconnaissance
  • Vulnerability assessment
  • Configuration review
  • Pengujian web application
  • Pengujian API
  • Penyusunan Security Assessment Report lengkap dengan skor CVSS dan rekomendasi remediasi

Berbeda dengan vulnerability scanner konvensional yang hanya berfokus pada identifikasi kerentanan, Bronyx AI dirancang untuk melakukan analisis terhadap hasil pengujian dan menentukan langkah pengujian berikutnya secara lebih cerdas melalui pemanfaatan AI.

Dalam pengujian yang dilakukan di lingkungan laboratorium pengembangan ITSEC Asia, Bronyx AI mampu menyelesaikan proses Full Scan dalam waktu mulai dari 14 menit hingga 4 jam, tergantung pada ruang lingkup serta kompleksitas sistem yang diuji.

ITSEC Asia: AI Harus Berjalan Bersama Keahlian Profesional

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menuntut pendekatan baru dalam melakukan pengujian keamanan.

“Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber saat ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Infrastruktur dan layanan digital terus berkembang, sementara pengujian keamanan membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber,” ujar Patrick.

Patrick menjelaskan bahwa Bronyx AI lahir dari pengalaman langsung tim ITSEC Asia dalam menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai sektor industri.

“Bronyx AI dikembangkan dari pengalaman langsung tim ITSEC Asia dalam menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai industri dan pasar. Kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan teknologi AI dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli dalam proses pengujian. Bagi kami, kecepatan yang ditawarkan AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis dan akuntabilitas profesional keamanan siber,” lanjutnya.

Menggabungkan Kecepatan AI dengan Pendekatan Human in the Loop

Salah satu keunggulan Bronyx AI adalah penerapan pendekatan Human in the Loop (HITL). Melalui metode ini, hasil pengujian yang memiliki tingkat risiko tinggi maupun kritis akan tetap diverifikasi oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan akhir diberikan kepada pelanggan.

Pendekatan tersebut memastikan bahwa AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan cakupan pengujian, sementara analisis yang membutuhkan konteks, pengalaman, dan pertimbangan profesional tetap dilakukan oleh tenaga ahli.

Selain itu, Bronyx AI juga menghasilkan Security Assessment Report menggunakan standar pelaporan yang selama ini diterapkan ITSEC Asia dalam layanan penetration testing profesional.

Komdigi Apresiasi Inovasi AI Karya Anak Bangsa

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan ITSEC Asia.

Menurut Edwin, perkembangan AI memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, namun juga menghadirkan tantangan baru di bidang keamanan siber yang perlu diantisipasi bersama.

“Perkembangan kecerdasan artifisial membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, sekaligus membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi, termasuk dalam aspek keamanan siber. Kami mengapresiasi upaya pelaku industri nasional seperti ITSEC Asia dalam mengembangkan teknologi berbasis AI dari Indonesia untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Inisiatif seperti ini menunjukkan kapasitas talenta dan industri teknologi Indonesia untuk menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional serta meningkatkan daya saing di tingkat global,” kata Edwin.

Bronyx AI Utamakan Keamanan dan Privasi Data Pelanggan

ITSEC Asia juga menegaskan bahwa aspek keamanan data menjadi prioritas utama dalam pengoperasian Bronyx AI.

Setiap proses pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis dari pelanggan dan sesuai ruang lingkup yang telah disepakati. Saat ini, Bronyx AI mendukung pengujian terhadap web application, API, serta network range yang telah ditentukan.

Seluruh data pengujian pelanggan disimpan secara terisolasi. Selain itu, keys dan credentials dienkripsi, sementara hasil pengujian tidak akan digunakan sebagai data pelatihan model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan.

Bronyx AI juga dapat diimplementasikan melalui layanan cloud maupun dipasang langsung di lingkungan infrastruktur pelanggan (on-premises), sehingga cocok bagi organisasi yang memiliki kebutuhan keamanan data dan kepatuhan yang lebih tinggi.

Menutup peluncuran tersebut, Patrick menegaskan bahwa Bronyx AI merupakan bagian dari arah strategis perusahaan dalam mengembangkan teknologi AI berbasis pengalaman keamanan siber.

“Peluncuran Bronyx AI mencerminkan arah pengembangan ITSEC Asia ke depan. Kami ingin membangun kekuatan dari pengalaman dan keahlian kami di bidang keamanan siber untuk mengembangkan teknologi berbasis AI yang dapat menjawab kebutuhan keamanan organisasi secara nyata,” tutup Patrick.