Shopee Kuasai E-Commerce Indonesia Ungguli Tokopedia, Lazada, sampai Bukalapak

0
107

Jakarta, 17 September 2020 Menjelang periode akhir tahun atau lebih tepatnya pada kuartal III dan IV menjadi momentum bagi para pemain e-commerce menghadirkan terbaik bagi konsumen. Pandemi yang terjadi hingga kini juga membuat pemain e-commerce semakin gencar menghadirkan belanja online sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan sehari-hari tanpa keluar rumah.

Maka dari itu, perusahaan konsultan marketing MarkPlus, Inc. kembali merilis hasil riset terbaru terkait e-commerce. Yang ditunjukan dalam riset kali ini adalah seperti apa performa serta brand awareness dari industri e-commerce selama kuartal ketiga yang sedang berlangsung.

Rhesa Dwi Prabowo – Head of High Tech, Property & Consumer Goods Industry MarkPlus, Inc.

Riset kali ini juga ditujukan untuk melihat seperti apa kebiasaan konsumen dalam berbelanja online di gerai-gerai digital tersebut selama pandemi. “Dengan tren belanja online meningkat beberapa bulan terakhir, kami ingin melihat peta kompetisi e-commerce selama kuartal III. Brand mana paling sering digunakan sampai aktivitas marketing yang berkorelasi terhadap peningkatan penggunaan.

Dari riset tersebut, Shopee menjadi e-commerce pemimpin pasar pada kuartal III, dengan 90% responden menyatakan Shopee sebagai brand yang pernah digunakan dalam tiga bulan terakhir, disusul Tokopedia (58)%, Lazada (35%), Bukalapak (22%), Blibli (14%), dan JD.id (13%),” ungkap Head of High Tech, Property & Consumer Goods Industry MarkPlus, Inc. Rhesa Dwi Prabowo dalam konferensi pers pada Kamis (17/9) 2020.

Selain itu, Shopee juga menjadi e-commerce dengan top of mind atau paling diingat konsumen dengan 71%, diikuti Tokopedia (15%), Lazada (8%), Bukalapak (2%), serta JD.id dan Blibli (1%). Menurut Rhesa, alasan sebuah brand e-commerce dapat diingat dengan mudah karena diantaranya getol dalam merilis berbagai rangkaian kampanye untuk menarik perhatian konsumen. Selain merilis kampanye selama periode kuartal 3, memperkuat interaksi dengan konsumen merupakan upaya penting yang dapat dilakukan. Di antaranya dapat dilakukan melalui berbagai program, seperti iklan dan acara TV, live stream, serta kolaborasi lainnya.

“Itu yang dilakukan Shopee. Selain paling diingat oleh para konsumen, Shopee juga menjadi platform yang banyak digunakan oleh pelaku usaha untuk menjalankan bisnis onlinenya. Karena tren belanja online yang kini meningkat, maka para pelaku usaha memperkuat strateginya di ranah digital atau online. Banyaknya pelaku usaha yang masuk ke ranah online membuat produk yang dijual di Shopee juga lebih variatif sehingga berhasil memimpin hasil riset dalam penjualan beberapa kategori produk,” sambungnya.

Berikut data persentase penjualan dalam berbagai kategori yang paling sering dibeli oleh konsumen:

KategoriShopeeTokopediaBukalapakLazadaJD.idBlibli
Fashion/ Pakaian59%33%26%40%31%28%
Perawatan dan Kecantikan54%29%25%34%36%29%
Produk Digital54%51%50%24%41%35%
Aksesoris Fashion
(tas, sepatu, jam, dll)
48%30%30%42%33%28%

Kampanye dan promosi favorit masyarakat Indonesia selama kuartal III

Aktivitas kampanye di kuartal III juga berkorelasi erat dengan promosi dari tiap e-commerce mulai dari potongan harga, cashback, sampai gratis ongkir. Dalam kategori aktivitas kampanye ini, Shopee 9.9 Super Shopping Day (95%) menjadi kampanye paling dikenal masyarakat Indonesia, di atas kampanye Waktu Indonesia Belanja Tokopedia (71%), Lazada 9.9 Big Sale (64%), JD.id 99 9REAT SALE (24%), Blibli Belanja Seru (22%), serta Bukalapak Borong Ekstra dan Bazar Heboh (20%).

Berbagai penawaran dan kenyamanan pengalaman berbelanja online yang ditawarkan mempengaruhi keputusan penggunaan dan kesetiaan masyarakat Indonesia dalam memilih destinasi belanja online ke depannya. Pilihan masyarakat Indonesia jatuh kepada Shopee (77%), diikuti Tokopedia (64%), Lazada (40%), Bukalapak (32%), JD.id (27%), serta Blibli (23%).

“Kami melihat inisiatif seperti kolaborasi serta penawaran yang atraktif untuk mendorong roda ekonomi dapat mendukung pemenuhan kehidupan masyarakat di tengah kondisi pandemi selama kuartal ketiga. Dengan adanya alternatif dan solusi yang ditawarkan oleh para brand e-commerce, kami yakin penggunaan e-commerce di masa yang akan datang, yakni kuartal empat tahun ini, akan semakin tinggi,” tutup Rhesa.