Spesifikasi
Spesifikasi yang ditawarkan ROG Phone II adalah salah satu yang tertinggi di Indonesia. Asus menggunakan Qualcomm Snapdragon 855+ sebagai SoC pada smartphone-nya. Mengusung 7 nm 8-core Kryo 485 dengan clock up to 2.96 GHz dan GPU Adreno 640 membuat performa dari smartphone ini cukup bertenaga untuk mobile gaming namun tetap hemat daya.
ROG Phone II yang diulas kali ini memiliki kapasitas memori sebesar 8 GB dengan internal 128 GB. Tanpa adanya dukungan Micro SD membuat kapasitas smartphone ini memang terlihat kecil, Asus beranggapan bahwa menggunakan penyimpanan Micro SD akan mempengaruhi performa system secara signifikan. Sebagai gantinya, Asus menggunakan standar UFS 3.0 pada storage internal-nya untuk mempercepat transfer data sehingga saat menjalankan game tidak tersendat akibat proses baca-tulis data.
Baterai Li-Ion non-removable yang digunakan pada ROG Phone II ini memiliki kapasitas sebesar 6000 mAh. Saat ini, hanya smartphone ini yang menggunakan baterai dengan kapasitas sebesar ini secara resmi di Indonesia. Dengan kapasitas baterai sebesar itu bisa dipastikan dapat menopang penggunaan standard dan saat bermain game lebih lama dari generasi sebelumnya mengingat kapasitas baterainya yang hanya 4000 mAh saja.
OS dan fitur
OS Android yang digunakan di ROG Phone II ini adalah Andriod 9.0 Pie dengan ROG UI sebagai UI dari smartphone ini. UI yang digunakan pada smartphone ini tetap terasa lancar dengan fitur khas dari ROG Phone.Tampilan dari ROG UI ini hampir tidak jauh berbeda dengan UI ROG Phone generasi sebelumnya.
Meskipun begitu, perbedaan yang terlihat adalah fitur Armoury Crate yang sejatinya adalah aplikasi untuk mengatur performa smartphone berdasarkan game yang dimainkan dan menyimpannya sebagai profil game. Armoury Crate pada ROG Phone II diadopsi dari aplikasi dengan nama yang sama pada platform Windows untuk notebook dan Desktop PC berbasis ROG. Selain mengatur pustaka dan profil game, aplikasi ini bisa digunakan untuk mengatur profil jaringan internet dan efek pencahayaan LED RGB.
Armoury Crate pada ROG Phone II didesain sedemikian rupa supaya sesuai dengan smartphone ini. Di aplikasi ini, pengguna dapat mengatur performa SoC berdasarkan game yang telah ditambahkan. Selain itu, aplikasi ini juga dapat mengatur efek pencahayaan dari LED RGB yang ada di bagian belakang smartphone termasuk mengatur fungsi AirTrigger.
Fitur X Mode dan Game Genie yang ada pada generasi sebelumnya tetap tersedia. hanya saja, pada ROG Phone II telah menyatu dengan aplikasi Armoury Crate. Fitur X Mode berfungsi layaknya one-click overclocking untuk meningkatkan performa SoC secara instan dan mengaktifkannya cukup mudah dengan menyentuh logo X Mode pada toggle bar di notifikasi atau meremas smartphone jika AirTrigger aktif.
Game Genie berfungsi sebagai launcher untuk mengatur kecerahan layar dan menguncinya, mematikan noifikasi dan menolak panggilan, mengaktifkan dan mengatur AirTrigger dan Macro, melihat suhu dan framerate dari smartphone, dan lain-lain. Game Genie dapat diaktifkan pada saat bermain di semua game maupun aktif hanya pada game tertentu saja melalui menu konsol di Armoury Crate.
Benchmark
Benchmark pada ROG Phone II akan Menggunakan Antutu 8.1, 3DMark, PCMark, GeekBench 5 dan GFXBench dan diuji tanpa X Mode dan dengan X Mode.

Antutu merupakan aplikasi benchmark yang paling sering digunakan sebagai tolok ukur performa sebuah perangkat berbasis Android. AnTuTu menmiliki beberapa pengujian performa dari perangkat berbasis Android berdasarkan empat poin pengujian yaitu Graphics, CPU, UX (user experience) dan RAM. AnTuTu yang digunakan dalam pengujian kali ini menggunakan AnTuTu 8.1.

Geekbench merupakan benchmark lintas platform yang mengukur kinerja CPU dan GPU sebuah perangkat smartphone, tablet dan PC. Aplikasi ini menggunakan beberapa algoritma komputasi yang umumnya digunakan pada scenario real world sehingga dapat menganalisa kemampuan CPU saat melakukan proses single core maupun multi core dan juga GPU . Geekbench yang digunakan untuk pengujian kali ini yaitu Geekbench 5.

3DMark merupakan benchmark yang ditujukan untuk menguji performa dari system perangkat berbasis Android dalam melakukan pemrosesan berdasarkan grafis. Semakin tinggi nilainya semakin baik performa perangkat tersebut. Pengujian yang dijalankan yaitu Sling Shot dan Sling Shot Extreme.

PCMark merupakan aplikasi benchmark untuk menguji perangkat Android lewat pengujian yang berdasarkan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan pengguna. Nilai yag dihasilkan mencerminkan performa dari perangkat Android yang sebenarnya. Tes yang dijalankan adalah Work 1.0 dan Work 2.0.

GFXBench merupakan tool benchmark yang digunakan untuk menguji kemampuan render objek 3D dari SoC smartphone. Pengujian dilakukan dengan tes render dan hasilnya dinilai berdasarkan poin dan fps yang dihasilkan. Semakin tinggi poin dan fps yang dihasilkan, performa SoC tersebut semakin baik.














































