Review Asus Zenfone 5, Smartphone Powerfull dengan AI Camera

Sensor yang dimiliki oleh ZenFone 5 ini terbilang cukup lengkap. Selain sensor standar dari smartphone kelas menengah pada umunya seperti accelerometer, gyroscope, proximity, orientation, sound sensor serta magnetometer, ASUS juga menyertakan pedometer, step counter dan motion detector. Sensor yang tersedia pada smartphone ini juga digunakan ASUS untuk dukungan beberapa fitur yang tersedia seperti EIS untuk kamera menggunakan gyroscope dan fitur ZenMotion menggunakan sensor yang ada untuk kemudahan pengguna.

OS Android yang digunakan di ZenFone 5 ini adalah Andriod 8.0 oreo dengan ZenUI 5.0 sebagai UI dari smartphone ini. ZenUI 5.0 terasa cukup cepat dan terasa tidak membebani system secara keseluruhan. ASUS  sepertinya membuat ZenUI terbaru ini lebih ramah RAM sehingga terasa ringan dan memiliki fitur-fitur yang menarik untuk smartphone ZenFone. Untuk update system, ASUS belum mengkonfirmasi kemungkinan dukungan Android P di ZenFone 5 namun dengan spesifikasi yang dimiliki bukan tidak mungkin dukungan Android P akan tersedia.

Untuk performa dari ZenFone (ZE620KL) ini, ASUS memberikan fitur yang disebut AI Boost. Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan performa smartphone dengan memanfaatkan beberapa komponen di SoC seperti CPU dan GPU untuk ditingkatkan performanya lebih jauh. Meskipun fitur ini terlihat menarik, tetapi akan membuat penggunaan baterai lebih boros dari penggunaan normal. ASUS mengklaim performa yang ditawarkan mode AI Boost akan lebih tinggi dibandingkan performa standar Snapdragon 636. Oleh karena itu, pengujian yang dilakukan menggunakan aplikasi benchmark akan diuji dengan mode AI Boost aktif dan AI Boost nonaktif.

Antutu merupakan aplikasi benchmark yang paling sering digunakan sebagai tolok ukur performa sebuah perangkat berbasis  Android. AnTuTu menmiliki beberapa pengujian performa dari  perangkat berbasis Android berdasarkan empat poin pengujian yaitu Graphics, CPU, UX (user experience) dan RAM. AnTuTu yang digunakan dalam pengujian kali ini menggunakan AnTuTu 7.1.Geekbench merupakan benchmark lintas platform yang mengukur kinerja CPU dan GPU sebuah perangkat smartphone, tablet dan PC. Aplikasi ini menggunakan beberapa algoritma komputasi yang umumnya digunakan pada scenario real world sehingga dapat menganalisa kemampuan CPU saat melakukan proses single core maupun multi core dan juga GPU . Geekbench yang digunakan untuk pengujian kali ini yaitu Geekbench 4.  3DMark merupakan benchmark yang ditujukan untuk menguji performa dari system perangkat berbasis Android dalam melakukan pemrosesan berdasarkan grafis. Semakin tinggi nilainya semakin baik performa perangkat tersebut. Pengujian yang dijalankan yaitu Ice Storm unlimited dan Sling Shot.PCMark merupakan aplikasi benchmark untuk menguji perangkat Android lewat pengujian yang berdasarkan aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan pengguna. Nilai yag dihasilkan mencerminkan performa dari perangkat Android yang sebenarnya. Tes yang dijalankan adalah Work dan Work 2.0.Dari pengujian diatas, tanpa menyalakan AI Boost, performa dari Snapdragon 636 cukup memberikan performa yang tinggi pada ZenFone 5. Artinya smartphone ini memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan smartphone berbasis Snapdragon 625. Selain itu, terlihat juga bahwa fitur AI Boost pada ZenFone 5 ini akan meningkatkan performa CPU berdasarkan beban GPU. Jika GPU dalam keadaan idle maka langsung dialokasikan ke CPU untuk mendongkrak performa secara keseluruhan. Sedangkan saat GPU mendapat beban yang cukup tinggi saat pengujian Sling Shot maka nilai yang dihasilkan tidak terlalu tinggi bila dibandingkan saat AI Boost tidak digunakan.