Acer Indonesia Perkuat Gerakan #SayangBumi 2026, Targetkan Pengumpulan 5 Ton E-Waste dan Libatkan 50 SMA di Jabodetabek

OverclockingID – Meningkatnya penggunaan perangkat elektronik di berbagai sektor kehidupan turut membawa tantangan baru dalam pengelolaan limbah elektronik atau e-waste. Permasalahan ini kini menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin mendesak untuk ditangani secara serius.

Melihat besarnya tantangan tersebut, Acer Indonesia kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program #SayangBumi. Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, Acer memilih dunia pendidikan sebagai fokus utama gerakan tahun ini dengan melibatkan para pelajar sebagai agen perubahan lingkungan.

Gandeng 50 SMA di Jabodetabek untuk Edukasi dan Pengumpulan E-Waste

Sebagai bagian dari program #SayangBumi 2026, Acer Indonesia menggandeng 50 sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Jabodetabek. Program ini tidak hanya mengajak sekolah untuk berpartisipasi dalam pengumpulan limbah elektronik, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan e-waste yang bertanggung jawab.

Sepanjang Juni hingga November 2026, Acer akan menyelenggarakan workshop edukasi e-waste yang diperkirakan menjangkau ribuan siswa. Melalui kegiatan ini, para pelajar akan mendapatkan pemahaman mengenai dampak limbah elektronik terhadap lingkungan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pencemaran.

Lebih dari sekadar edukasi, Acer juga menghadirkan program #SayangBumi Changemaker yang bertujuan mencetak pelajar-pelajar inspiratif yang mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah masing-masing.

Acer: Generasi Muda Memegang Peran Penting dalam Masa Depan Lingkungan

President Director Acer Indonesia, Leny Ng, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan keberlanjutan memerlukan partisipasi kolektif yang dilakukan secara konsisten. “Selama enam tahun, #SayangBumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten. Tahun ini kami memilih hadir di sekolah karena kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan. SayangBumi bukan sekadar program, ini undangan bagi anak-anak muda Indonesia untuk memimpin perubahan, bukan menunggu orang lain melakukannya,” ujar Leny Ng.

Ia menambahkan bahwa Acer ingin mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap langkah kecil dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Target Pengumpulan 5 Ton E-Waste pada 2026

Sejalan dengan semangat aksi nyata, Acer Indonesia menargetkan pengumpulan sebanyak 5 ton limbah elektronik selama program berlangsung. Target tersebut meningkat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Acer menyediakan titik pengumpulan di 50 sekolah peserta yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Selain itu, perusahaan juga akan menambah sejumlah lokasi pengumpulan lainnya yang akan diumumkan secara bertahap.

Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan limbah elektronik secara aman dan bertanggung jawab.

Program #SayangBumi Changemaker Cetak 150 Duta Lingkungan Muda

Melalui program #SayangBumi Changemaker, setiap sekolah peserta akan memilih tiga siswa terbaik untuk menjadi perwakilan sekolah. Dengan demikian, akan terbentuk sebanyak 150 siswa Changemaker dari seluruh Jabodetabek.

Para Changemaker ini tidak hanya mengikuti workshop edukasi, tetapi juga berperan sebagai duta lingkungan yang aktif mengajak rekan-rekan mereka untuk berpartisipasi dalam pengumpulan limbah elektronik serta menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai yang positif sehingga budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah.

Kolaborasi dengan EwasteRJ untuk Daur Ulang yang Aman dan Bersertifikasi

Dalam pelaksanaan #SayangBumi 2026, Acer Indonesia bekerja sama dengan EwasteRJ sebagai mitra edukasi sekaligus mitra daur ulang limbah elektronik yang telah memiliki sertifikasi.

Selain mendukung pelaksanaan workshop dan kunjungan ke sekolah, EwasteRJ juga bertanggung jawab memastikan seluruh limbah elektronik yang terkumpul diproses sesuai standar pengelolaan yang aman dan ramah lingkungan.

Founder EwasteRJ, Rafa Jafar, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai bahwa pengelolaan limbah elektronik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Kami mengapresiasi langkah Acer Indonesia dalam komitmen mendorong pengumpulan e-waste yang melibatkan berbagai pihak. Inisiatif ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus secara kolektif. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya pengelolaan limbah elektronik, dan kolaborasi kami melalui #SayangBumi ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai peduli lingkungan,” jelas Rafa Jafar.

#SayangBumi, Komitmen Berkelanjutan Acer Indonesia untuk Lingkungan

Program #SayangBumi merupakan inisiatif keberlanjutan Acer Indonesia yang telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2021. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan meliputi edukasi lingkungan, aksi bersih-bersih pantai, pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar, penanaman ribuan pohon mangrove, pengumpulan dan pengelolaan limbah elektronik, hingga penanaman ribuan bibit pohon.

Pada tahun sebelumnya, gerakan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton limbah elektronik dan menanam sekitar 2.000 bibit pohon sebagai bagian dari upaya mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung pemulihan ekosistem.

Rangkaian workshop edukasi dan pengumpulan e-waste dalam program #SayangBumi 2026 akan berlangsung hingga November 2026. Acer berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat sehingga pengelolaan limbah elektronik dapat menjadi gerakan bersama demi menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.