ITSEC Asia Catat Lonjakan Laba Usaha 1.171% pada Kuartal II 2026

OverclockingID – PT ITSEC Asia Tbk, perusahaan keamanan siber yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, membukukan kinerja positif pada kuartal II 2026. Berdasarkan laporan keuangan Januari hingga Juni 2026, ITSEC Asia mencatat pertumbuhan pendapatan sekaligus peningkatan signifikan pada laba usaha dan laba sebelum pajak.

Pada kuartal II 2026, pendapatan ITSEC Asia tercatat mencapai Rp115,03 miliar, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp95,05 miliar.

Pertumbuhan juga terlihat pada sisi profitabilitas. Laba usaha ITSEC Asia pada kuartal II 2026 mencapai Rp23,01 miliar, atau melonjak 1.171% dibandingkan Rp1,81 miliar pada kuartal II 2025.

Laba Sebelum Pajak ITSEC Asia Melonjak 1.407%

Kinerja positif juga tercermin dari laba sebelum pajak. ITSEC Asia mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp22,69 miliar pada kuartal II 2026, meningkat drastis hingga 1.407% dibandingkan Rp1,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut turut mendorong margin laba sebelum pajak dari sebelumnya 1,6% menjadi 19,7%.

Sementara itu, laba bruto tercatat sebesar Rp52,09 miliar, tumbuh 12% dibandingkan Rp46,52 miliar pada kuartal II 2025. Meski nilai laba bruto meningkat, margin laba bruto tercatat sebesar 45,3%, dibandingkan 48,9% pada tahun sebelumnya.

Dengan pertumbuhan tersebut, margin laba usaha ITSEC Asia meningkat cukup signifikan, dari 1,9% pada kuartal II 2025 menjadi 20% pada kuartal II 2026.

Kinerja ITSEC Asia Q2 2026

IndikatorQ2 2025Q2 2026Pertumbuhan
PendapatanRp95,05 miliarRp115,03 miliar21%
Laba brutoRp46,52 miliarRp52,09 miliar12%
Margin laba bruto48,9%45,3%
Laba usahaRp1,81 miliarRp23,01 miliar1.171%
Margin laba usaha1,9%20,0%
Laba sebelum pajakRp1,51 miliarRp22,69 miliar1.407%
Margin laba sebelum pajak1,6%19,7%

Angka kuartal II tersebut dihitung berdasarkan laporan keuangan Januari–Juni 2026 yang telah disampaikan dan ditelaah secara terbatas tanpa modifikasi. Laporan tersebut disusun sesuai dengan POJK 14/POJK.04/2022. Sementara itu, angka pembanding tahun 2025 tidak diaudit maupun ditelaah.

Aset dan Ekuitas ITSEC Asia Ikut Menguat

Selain mencatat pertumbuhan pada pendapatan dan profitabilitas, kondisi keuangan ITSEC Asia juga menunjukkan penguatan. Per 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp485,4 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang berada di angka Rp416,5 miliar.

Total ekuitas juga mengalami peningkatan. Hingga akhir Juni 2026, ekuitas ITSEC Asia mencapai Rp312,4 miliar, naik dari Rp256,2 miliar pada enam bulan sebelumnya.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa kinerja kuartal II 2026 menunjukkan adanya pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Ia juga menyebut realisasi sejumlah proyek utama turut memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan pada periode tersebut.

“Pertumbuhan pendapatan terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak,” ujar Patrick.

Menurutnya, ITSEC Asia selanjutnya akan berfokus untuk mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan margin dari pelaksanaan proyek seiring dengan perkembangan bisnis.

Pendapatan Semester I 2026 Mencapai Rp201,2 Miliar

Jika dilihat secara keseluruhan untuk periode enam bulan pertama 2026, ITSEC Asia membukukan pendapatan sebesar Rp201,2 miliar.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pendapatan pada Semester I 2025 yang mencapai Rp230,4 miliar. Pada periode yang sama, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp34,3 miliar, dibandingkan Rp36,7 miliar pada Semester I 2025.

Laporan keuangan Semester I 2026 juga mencatat adanya manfaat pajak sebesar Rp28,9 miliar. Perseroan memperkirakan sebagian besar realisasi proyek akan berlangsung pada Semester II 2026.

Dengan demikian, kinerja kuartal II menjadi salah satu faktor penting dalam melihat prospek ITSEC Asia pada paruh kedua tahun ini, terutama seiring dengan sejumlah peluang kerja sama dan proyek yang tengah dikembangkan.

Perkuat Kerja Sama Keamanan Siber dengan BUMN

Memasuki Semester II 2026, ITSEC Asia terus memperluas peluang bisnis, khususnya di segmen korporasi, BUMN, serta pemerintahan.

Pada Juli 2026, ITSEC Asia bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut mencakup penyediaan solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy, hingga pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan BUMN dan pemerintah daerah.

Pada bulan yang sama, ITSEC Asia dan PT Len Industri (Persero) juga menandatangani nota kesepahaman bersama perusahaan induk DEFEND ID. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung kebutuhan C4ISR/C5ISR perusahaan.

Kerja sama dengan berbagai institusi tersebut menjadi bagian dari strategi ITSEC Asia dalam menangkap meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital di Indonesia.

ITSEC Cyber & AI Academy Jadi Strategi Pengembangan Talenta

Selain memperluas bisnis, ITSEC Asia juga terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi.

Melalui ITSEC Cyber & AI Academy, Perseroan berupaya menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga profesional yang memiliki kemampuan di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan atau AI.

Kebutuhan tersebut semakin meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital. Semakin banyak organisasi yang mengandalkan sistem digital dalam menjalankan operasionalnya, sehingga kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang cybersecurity dan AI juga ikut bertambah.

Pengembangan talenta tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis keamanan siber dalam jangka panjang sekaligus memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Perkembangan Regulasi Berpotensi Dorong Pasar Keamanan Siber

ITSEC Asia juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber nasional sebagai salah satu faktor yang berpotensi membuka peluang pasar baru.

Salah satunya adalah Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang masih dalam proses pembahasan. Regulasi tersebut diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada sektor infrastruktur kritis beserta ekosistem pendukungnya.

Jika implementasi kebijakan tersebut semakin berkembang, kebutuhan organisasi terhadap solusi keamanan siber berpotensi ikut meningkat. Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi perusahaan yang memiliki kapabilitas di bidang cybersecurity untuk memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak sektor.

Saham CYBR Masuk IDX SMC Liquid Index

Dari sisi pasar modal, saham ITSEC Asia dengan kode CYBR juga mencatat perkembangan positif.

Pada 5 Agustus 2026, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru.

Masuknya CYBR ke dalam indeks tersebut mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan saham Perseroan sekaligus berpotensi memperluas visibilitas ITSEC Asia di kalangan investor institusi.

Fokus ITSEC Asia pada Semester II 2026

Memasuki paruh kedua 2026, ITSEC Asia akan mempertahankan fokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis, serta penguatan kapabilitas di bidang keamanan siber dan AI.

Perseroan melihat peluang yang masih terbuka di segmen korporasi, BUMN, dan pemerintahan. Tantangan berikutnya adalah mengubah berbagai peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi secara efektif sekaligus memberikan pertumbuhan bisnis yang sehat.

“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat,” kata Patrick.

Ia menambahkan, ITSEC Asia juga akan terus memperkuat kemampuan di bidang keamanan siber, AI, serta pengembangan talenta sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang.