OverclockingID – Quantum dot adalah partikel semikonduktor ultra-halus yang ribuan kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia.
Sejak awal pengembangannya, quantum dot dikenal sebagai material yang mampu meningkatkan keakuratan warna dan kecerahan tampilan ke tingkat tertinggi, menjadikannya sebagai inovasi revolusioner dalam dunia teknologi display.
Saat digunakan dalam perangkat layar, quantum dot dapat menghasilkan spektrum warna yang sangat luas dan akurat, mendekati tampilan warna asli yang terlihat oleh mata manusia.
Kemampuan teknologi ini dalam menyesuaikan keseimbangan cahaya di tingkat piksel memungkinkan tampilan yang terang merata, konsisten dari berbagai sudut pandang, serta meminimalkan paparan blue light demi pengalaman menonton yang lebih nyaman dan sehat.
Apa yang membuat TV Quantum Dot berbeda?
Industri televisi terus berinovasi dalam memanfaatkan quantum dot karena potensinya yang luar biasa. Kini, berbagai jenis TV dengan teknologi quantum dot telah hadir di pasaran, menawarkan kualitas gambar premium.
Namun, ada beberapa faktor penting yang membedakan kualitas dari satu perangkat ke perangkat lainnya, antara lain kandungan quantum dot, kualitas film quantum dot, dan penggunaan material bebas kadmium.
Kandungan Quantum Dot
Kualitas gambar yang sesungguhnya dari sebuah TV quantum dot dapat dilihat dari seberapa banyak kandungan quantum dot di dalam film layarnya.
Setidaknya dibutuhkan 3.000 bagian per juta (ppm) material untuk menghasilkan gambar yang tajam dan warna yang hidup, sesuai karakteristik quantum dot.
Film Quantum Dot
Samsung, melalui teknologi QLED, berhasil menghilangkan kebutuhan akan lapisan fosfor tambahan. Hal ini meningkatkan efisiensi cahaya dan energi sekaligus mempertajam warna.
Teknologi Quantum Dot OLED (QD-OLED) yang menggabungkan lapisan transistor film tipis (TFT), sumber cahaya mandiri, dan film quantum dot, memberikan peningkatan lebih lanjut dalam kualitas gambar.
Dalam semua kasus, film quantum dot yang khusus dan kaya kandungan partikel menjadi kunci utama dalam menghadirkan tampilan yang tahan lama dan berkualitas tinggi.
Teknologi Bebas Kadmium
Pada awalnya, kadmium digunakan dalam quantum dot karena efisiensinya dalam menghasilkan warna tajam dan rasio kontras yang baik.
Namun, karena sifatnya yang beracun dan membahayakan lingkungan, kadmium menjadi penghambat adopsi teknologi ini secara luas.
Sebagai solusinya, pada tahun 2014, Samsung menjadi pionir dalam mengembangkan material quantum dot bebas kadmium.
Teknologi ini pertama kali dipasarkan pada TV SUHD di tahun berikutnya, membuka era baru TV yang ramah lingkungan dengan kualitas visual luar biasa.
10 Tahun Inovasi Quantum Dot oleh Samsung
Samsung merupakan salah satu pelopor dalam mengembangkan teknologi quantum dot secara berkelanjutan. Penelitian mereka dimulai sejak tahun 2001, jauh sebelum topik material bebas kadmium menjadi perhatian utama. Pada masa itu, menciptakan partikel nano yang seragam sangat sulit dilakukan secara massal.
Meski menghadapi banyak tantangan, Samsung berhasil menciptakan nanokristal bebas kadmium pada 2014 dan telah mendaftarkan lebih dari 150 paten terkait.
Komitmen jangka panjang tersebut membuahkan hasil nyata, salah satunya dengan peluncuran TV SUHD bebas kadmium pertama di dunia pada 2015.
Jajaran TV QLED Samsung yang dirilis pada 2017 menetapkan standar baru untuk TV premium. Teknologi quantum dot berbasis logam yang digunakan berhasil memenuhi standar warna DCI-P3 dari Digital Cinema Initiative dan mencapai 100% volume warna pertama di dunia. Tidak hanya itu, teknologi quantum dot anorganik juga terbukti tahan terhadap efek burn-in, menjaga kualitas gambar tetap konsisten seiring waktu.
Samsung terus memimpin dalam inovasi quantum dot. Pada 2019, mereka berhasil mengembangkan elemen pemancar cahaya merah dan meningkatkan efisiensi pencahayaan biru QLED—warna tersulit dalam teknologi QLED—hingga mencapai 20,2%, tertinggi di industri.




































