OverclockingID – Indosat kembali menorehkan pencapaian di bidang keberlanjutan dengan menjadi satu-satunya emiten operator seluler yang berhasil masuk dalam tiga indeks ESG KEHATI untuk periode Juni–November 2026. Ketiga indeks tersebut meliputi Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
Indosat Perkuat Kredibilitas melalui Tiga Indeks ESG KEHATI
Indeks SRI-KEHATI dikenal sebagai salah satu acuan utama investasi berbasis ESG di pasar modal Indonesia. Indeks ini berisi perusahaan-perusahaan dengan kinerja bisnis yang solid sekaligus memiliki praktik keberlanjutan yang dinilai unggul.
Keberhasilan Indosat masuk dalam indeks tersebut menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa strategi bisnis berkelanjutan mampu berjalan seiring dengan pertumbuhan perusahaan. Selain SRI-KEHATI, Indosat juga tercatat dalam Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI, menjadikannya satu-satunya operator seluler yang berhasil masuk ke dalam ketiga indeks tersebut pada periode Juni–November 2026.
Keikutsertaan dalam tiga indeks ESG KEHATI sekaligus menjadi bukti bahwa implementasi prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan, bukan sekadar memenuhi aspek kepatuhan.
Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh di Tengah Implementasi ESG
Komitmen terhadap ESG juga berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja bisnis Indosat. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun atau meningkat 12% secara year-on-year (YoY). Capaian tersebut sekaligus menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab tidak menghambat profitabilitas. Sebaliknya, strategi keberlanjutan justru mampu mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
Berhasil Menekan Emisi Karbon Lewat Pemanfaatan Teknologi dan AI
Pada laporan tahun buku 2025, Indosat mencatat berbagai capaian positif di bidang lingkungan. Perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi karbon hingga 50,89% melalui berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Selain itu, penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) turut membantu perusahaan meningkatkan efisiensi energi hingga 51,89%. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Indosat dalam mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Tidak hanya pada aspek lingkungan, Indosat juga terus memperkuat kontribusinya di bidang sosial melalui pengembangan sumber daya manusia digital di Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sekitar 834.000 talenta digital melalui berbagai program pengembangan, seperti IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling.
Di sisi internal, Indosat juga terus mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih inklusif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya representasi perempuan pada posisi kepemimpinan perusahaan hingga mencapai 27,3%.
Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Pelanggan
Dalam aspek tata kelola perusahaan (governance), Indosat terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) untuk memastikan seluruh proses bisnis dijalankan secara transparan, etis, dan bertanggung jawab.
Perusahaan juga aktif melindungi masyarakat dari berbagai ancaman digital melalui gerakan anti-spam dan anti-scam, sekaligus memperkuat sistem perlindungan data pribadi pelanggan di tengah meningkatnya aktivitas digital.
Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi perusahaan yang mencakup operasional bisnis, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan konsumen.
Indosat Akan Terus Perkuat Implementasi ESG
Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan bahwa penerapan prinsip ESG memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan di masa depan.
“Implementasi prinsip ESG penting untuk memitigasi risiko investasi, menjaga ketahanan operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis. Maka dari itu, terdaftarnya Indosat dalam tiga indeks ESG KEHATI membuktikan upaya berkelanjutan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis agar berjalan selaras dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ke depan, Indosat akan terus memperkuat integrasi ESG di seluruh aspek operasional untuk menciptakan nilai jangka panjang yang #LebihBaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Reski Damayanti.
Ke depan, Indosat menegaskan akan terus mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam seluruh strategi perusahaan. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan menargetkan dapat menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan.







































